Stambul Arkipelagia Vol. 2

Stambul Arkipelagia: Pertanda dan Penanda Baru dari Silampukau
Album terbaru Silampukau, Arkipelagia, bagiku adalah sebuah hasil dari daya upaya mencari kelokan baru dalam penciptaan musik. Perubahan format dari...
Musik, Ekstase, dan Iluminasi: Pengalaman Mendengarkan Silampukau
Pada suatu malam di tahun 2020, sewaktu saya—sebagai perantau Indonesia di Seoul, Korea Selatan—sedang cemas keluyuran di YouTube mencari “jamu...
Kabar Dari Kawan Lama
Mendengarkan lantunan Stambul Arkipelagia rasanya seperti menerima kabar dari seorang kawan lama. Saya tidak tahu bagaimana caranya menjelaskan apa yang...

Stambul Arkipelagia Vol. 1

Gelagat Nada-Nada Agonia
Kegetiran, kengerian, sekaligus sempoyongan. Kurang lebih tiga kata tersebut cukup untuk memijak pada dasar perenungan album Stambul Arkipelagia, Vol.1 garapan...
Silampukau dan Negeri yang Hilang Nama
Silampukau kembali hadir setelah satu dekade sejak merilis Dosa, Kota, dan Kenangan (2015), album yang mengabadikan romantika gang-gang Surabaya dengan gitar akustik...
Kawanan Kepodang yang Ditunggu Terlalu Lama
Kharis Junandharu memang bukan Gregor Samsa. Tapi, bukan berarti tokoh dari karya agung sastrawan Franz Kafka di noveletnya berjudul Metamorfosa...
Panggilan
Perubahan merupakan proses yang alami belaka untuk Silampukau—sekarang mengusung diri sebagai Orkes Silampukau—untuk rilisan barunya. Lagu-lagu klasik Silampukau merupakan sohib...