Stambul Arkipelagia: Pertanda dan Penanda Baru dari Silampukau

Album terbaru Silampukau, Arkipelagia, bagiku adalah sebuah hasil dari daya upaya mencari kelokan baru dalam penciptaan musik. Perubahan format dari duo menjadi sebuah orkes bukan sekadar keputusan estetika—itu sebuah keberanian, bahkan semacam tekad untuk membuka pintu baru dalam cara mereka bercerita, karena itulah musik bagi mereka. Silampukau menghadirkan sebuah cerita tanah rekaan yang jauh sekaligus […]

Musik, Ekstase, dan Iluminasi: Pengalaman Mendengarkan Silampukau

Pada suatu malam di tahun 2020, sewaktu saya—sebagai perantau Indonesia di Seoul, Korea Selatan—sedang cemas keluyuran di YouTube mencari “jamu kebudayaan” yang, siapa tahu, cukup mustajab untuk membantu saya menyelamatkan puing-puing kewarasan saya di tengah kepungan wabah COVID-19, saya berjumpa dengan Dosa, Kota, dan Kenangan, album karya duo Silampukau yang terbit tahun 2015. Sebagai orang […]

Kabar Dari Kawan Lama

Mendengarkan lantunan Stambul Arkipelagia rasanya seperti menerima kabar dari seorang kawan lama. Saya tidak tahu bagaimana caranya menjelaskan apa yang saya rasakan ketika menikmati lantunan “kabar” itu lekat-lekat. Saya bukan seorang pakar musik. Bukan pula seorang veteran penonton konser yang bisa secara fasih menceritakan pengalaman berada di puncak kenikmatan ketika dimanjakan oleh nada, irama, dan […]

Gelagat Nada-Nada Agonia

Kegetiran, kengerian, sekaligus sempoyongan. Kurang lebih tiga kata tersebut cukup untuk memijak pada dasar perenungan album Stambul Arkipelagia, Vol.1 garapan Silampukau. Sebuah album yang sejenak terasa seperti menyaksikan lakon namun dalam konteks auditif. Bagaimana tidak? Sebab alur dan tema yang digarap pada album ini tampak runut bagai rentetan episode dongeng musikal. Lagi-lagi, Silampukau berhasil untuk […]

Silampukau dan Negeri yang Hilang Nama

Silampukau kembali hadir setelah satu dekade sejak merilis Dosa, Kota, dan Kenangan (2015), album yang mengabadikan romantika gang-gang Surabaya dengan gitar akustik dan lirik melankolis. Kini, mereka kembali dengan Stambul Arkipelagia Vol. 1, sebuah karya yang tak lagi sekadar menyanyikan nostalgia, melainkan menyuguhkan lanskap distopia yang menggigilkan. Arkipelagia adalah negeri rekaan yang penuh amarah, kehilangan, dan absurditas sosial. […]

Kawanan Kepodang yang Ditunggu Terlalu Lama

Kharis Junandharu memang bukan Gregor Samsa. Tapi, bukan berarti tokoh dari karya agung sastrawan Franz Kafka di noveletnya berjudul Metamorfosa (terbit pertama tahun 1915) itu terlalu jauh dari Kharis. Zaman mereka berbeda. Negeri mereka berdua berjarak terlalu jauh. Namun, setiap keresahan punya resonansinya sendiri. Dalam sepanjang kisah yang gelap dan sesak atas kehidupan Gregor Samsa, […]

Panggilan

Perubahan merupakan proses yang alami belaka untuk Silampukau—sekarang mengusung diri sebagai Orkes Silampukau—untuk rilisan barunya. Lagu-lagu klasik Silampukau merupakan sohib hangat untuk pikiran yang senggang. Hangat, jujur, tak jarang melankolis. Bayangkan, kendaraan melaju, lampu-lampu jalan berkelebat di sisi-sisi penglihatan. Diiringi genjrengan akustik renyah, suara bariton Kharis dengan artikulasinya yang jelas membubung: “Magrib mengambang lirih dan […]